Monday, 23 January 2017

Karena Keburukan Diri Sendiri

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang istiqomah dalam ketaatan. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. berfirman, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Alloh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri..” (QS. An Nisaa [4] : 79)

Saudaraku, apa yang paling mengancam diri kita di dunia ini? Tiada lain adalah keburukan diri kita sendiri. Orang sering berpikir takut kalau-kalau orang lain menyakitinya, menghinanya, meremehkannya, mengkhianatinya. Sehingga pikirannya terus fokus pada orang lain. Padahal keburukan tidak akan datang jika kita tidak berbuat buruk.

Setiap keburukan yang kita lakukan, itu adalah ibarat ranjau. Namun, kita lupa dimana saja kita sudah memasang ranjau-ranjau tersebut. Sehingga ranjau-ranjau itu mencelakai diri kita sendiri.

Seperti saat longsor terjadi, penyebabnya adalah ulah manusia sendiri yang tamak menebangi hutan sehingga akar-akar tercerabut dari tanahnya menyebabkan tanah menjadi labil. Atau seperti banjir, adalah karena ulah manusia sendiri yang menyepelekan fungsi sungai atau selokan dan malah memenuhinya dengan sampah.

Maka, yang terpenting bagi kita dalam hidup ini adalah sibuk memperbaiki diri, menjauhkan perangai buruk, menjauhi kemaksiatan, menjauhi sikap merendahkan dan meremehkan orang lain. Sibuk membersihkan hati, meluruskan ibadah, dan memelihara akhlak mulia.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa mendapatkan bimbingan petunjuk Alloh Swt. sehingga terhindar dari perilaku yang buruk yang bisa menyebabkan datangnya keburukan pada diri kita. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Wednesday, 18 January 2017

First pregnancy

I missed my period on October,  one week later I bought a testpack.  It really surprised me when I found two red lines on the testpack.  My husband immediately brought me to Cinta Kasih hospital to get clear explanation from the doctor. The doctor asked me about the first date of my last period.  And he checked through usg scanner to make sure. Because I didn't drink enough water before,  the embrio can not be seen on the screen.  The doctor asked me to drink much water and back here again to recheck. My heart's beating so fast. I'm afraid if something bad happens. After I drank 2 bottles of mineral water,  I went back to the doctor. And subhanallah,  I can see that tiny circle on the screen. My husband and I were amazed by this moment.  The doctor said my pregnancy is around 5 weeks.  He gave me some medicine to strengthen my womb and vitamins to keep the baby healthy.

Alhamdulillah,  after 7 months of marriage. Allah gives me a chance to be pregnant. It's 19 weeks now. Please pray for me to get smooth pregnancy and safe delivery later.

Thursday, 24 November 2016

Terkadang kita harus bersyukur terhadap musibah.
Karena datangnya banyak membawa hikmah.
Baik hikmah yang sejak awal sudah ditakdirkan kepada kita, maupun yang datang setelahnya.
Hikmah yang tidak kita sangka-sangka karena dengan musibah kita larut padanya,
maupun hikmah yang sudah kita nanti kedatangannya.

Hikmah itu nikmat yang tersembunyi.
Datang dalam sunyi.
Menetap dalam sepi.
Dampaknya merasuk ke hati.
Hanya masing-masing orang yang mengerti.
Maka wajib nikmat ini kita syukuri.

Semoga kita semakin banyak bersyukur dengan adanya nikmat.
Yang tentunya membawa rahmat.
Walaupun kita kira dia hilang terbenam,
sebenernya dia tertutup dalam kelam.
Padahal dengannya nikmat terasa mengilham.

Ibarat mentari yang telah lama menyediakan warna-warninya.
Tapi uap sebakda hujan yang tampilkan pelanginya.
Kadang musibahlah, yang menikmatkan nikmat.

-Salim A. Filah