Monday, 31 December 2012

Kehilangan


Beberapa minggu terakhir Hana dikejutkan dengan kabar duka yang cukup banyak. Kabar duka tersebut datang dari teman-teman dan adik angkatan Hana. Mereka yang sedang berduka adalah: Evita Puspita Sari anak Psikologi 2008 yang baru kehilangan ibundanya, Iis Kusmiati temen kosan Hana yang juga kehilangan ibundanya, dan Anti Gantini junior Hana di Pendidikan Bahasa Inggris UPI angkatan 2011 yang kehilangan ayahandanya.
Hana hanya sempat takziah ke rumah Epith (Evita Puspita Sari) karena rumahnya berada di Bekasi dan kebetulan Hana lagi liburan di Bekasi; sedangkan untuk Iis dan Anti, Hana hanya bisa mengirimkan doa untuk Ibu dan Ayah kalian. Semoga amal ibadah mereka diterima oleh Allah dan ditempatkan di surga-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Ada sesuatu yang Hana temukan berbeda saat takziah ke rumah Epith. Ia, adiknya, dan ayahnya tidak menunjukkan kesedihan yang berlebihan saat Hana kesana (mungkin karena Hana baru sempat takziah sehari setelah hari-H kepergian ibunya). Tak ada mata yang bengkak, tak ada wajah bermuram durja, tak ada tubuh yang ringkih kelelahan, tak ada kesedihan yang berlebihan, keputus-asaan, atau duka-lara di wajah mereka. Subhanallah….
Hana salut sama Epith dan keluarganya yang bahkan tetap tersenyum dan bersemangat menceritakan kisah ibunya ketika hidup, dan cita-cita yang ingin mereka capai. Epith seangkatan sama Hana, sekarang dia sedang berjuang menyelesaikan skripsinya sedangkan adiknya baru semester 5 di UNJ.
Hana belajar banyak dari sini. Bahwa kematian itu adalah hal yang wajar. Semua yang hidup pasti akan mati. Kehilangan seseorang memang menyakitkan, tapi bukankah mereka hanyalah titipan? Orang tua, kerabat, sahabat, dan teman-teman hanyalah titipan Allah semata. Allah SWT bisa mengambilnya kapan saja, karena mereka memang bukan milik kita.
Jadi kita seharusnya bersikap wajar pula ketika hal itu terjadi pada kita. Boleh bersedih tapi jangan berlebihan. Kita harus bangkit lagi meski tanpa mereka. Kita harus meneruskan cita-cita dan kebaikan yang telah mereka ajarkan pada kita. Dengan begitu mereka akan tersenyum damai di tempat peristirahatannya.

Surely we belong to Allah and to Him shall we return.

No comments:

Post a Comment