Monday, 3 December 2012

Surat Buat Isna (tulisan karya alm.Winda Yulia)


Saat itu,,aku sedang kehilangan stok semangatku..Seperti biasa,,kutulis status di akun fesbuk tentang kondisiku yg sedang sangat amat tak bersemangat itu,,dan aku berharap da orang lain yang akan menyumbang semangatnya yang berlebih kepadaku..Tiba-tiba,,salah seorang teman satu angkatanku,,mengepost sebuah koment di statusku itu.Lewat komentnya itu dia bermaksud untuk memberikan sebuah surat yang nantinya akan membuat semangatku bangkit.Kuberikan alamat emailku padanya dan ia pun mengirimkan sebuah surat yang ia beri judul "SURAT BUAT ISNA".Ini adalah surat yang kuterima darinya..



Surat baru, kabar baru, hehe...
Semua yang terjadi di sini adalah cambukanku dalam berpikir. Semua kesempatan telah aku dapatkan dan telah aku jalani sampai hari ini. Di sini, di Desa Melidi, tak banyak kesempatan yang masyarakat dapatkan. Desa ini dikelilingi sungai nan lebar dan hutan bertebing batu yang tinggi. Mereka tak bebas keluar dari desa ini karena alasan tersebut. Jauh dari kata sejahtera, namun kekerabatan yang tinggi masih terjaga di sini. Kehidupan di sini jauh sekali dari hingar bingar, kemewahan, dan semangat perubahan. Namun, yang ku tau di sini sangat kental dengan kekeluargaan, gotong royong, dan saling membantu.

Kawan, ketika aku datang ke sini, hatiku ingin teriak keras namun tersekat malu. Oktober, setelah 3 bulan KBM berjalan, semua kelas hanya sampai pada BAB 1 untuk semua pelajaran, dan itupun hanya sebatas catatan saja. Mereka belum pernah mendapat penjelasan dari apa yang mereka tulis. Mereka hanya diminta mencatat materi dari buku, tepatnya menyalin dari buku. Tak heran, karena sebelum aku datang hanya ada 1 guru yang mengajar untuk 3 kelas (kelas VII, VIII, dan IX) untuk semua pelajaran. Hatiku menangis tak bisa tertahan, ketika aku coba menjelaskan apa yang mereka tulis, semenarik apa yang mereka tulis. Senyum, tawa, dan canda yang asing bagi mereka aku hadirkan dalam kelas. Sungguh pertama kali aku rasakan pengalaman ini sebagai seorang guru. Mereka begitu memperhatikan apa yang aku sampaikan, walau aku yakin apa yang aku sampaikan tidak semuanya mereka pahami.

Ada gerakan hati yang begitu besar setiap aku ingin bertemu mereka, tak penting nilai berapa yang mereka dapat. Hanya semangat yang begitu besar, keinginan yang tinggi untuk belajar, dan semangat mengenal hal-hal baru yang nampak dalam setiap pertemuan dengan mereka di dalam kelas. Kawan, ku minta doamu, aku ingin betah di sini, dengan keadaan yang sangat sangat sangat minim, aku dapat bertahan dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak yang merindukan ilmu.
Sekali lagi aku hanya bisa bertutur padamu, aku tak menuntutmu untuk membaca dan apapun itu. Aku hanya berharap hati ku kembali sedikit menyediakan ruang kosong untuk diisi dengan cerita yang baru.

Jumat, 26 oktober 2012.


Ya,,begitu isi suratnya,,Dia cuma bilang padaku,,"gak boleh nangis ya bacanya"...Dan ini balasan untuk suratnya tersebut:



semangat winda..
mereka sangat membutuhkanmu orang-orang sepertimu,,
kehadiranmu akan memberikan secercah harapan tuk masa depan mereka yang lebih baik..
kau beruntung bisa mendapatkan pengalaman berharga dalam hidupmu,,berjuang demi putra/i generasi penerus bangsa ini,,mendidik dengan hati,,mengabdi untuk tumpah darahmu,,indonesia..
aku bangga denganmu,,ketika kau punya sejuta kesempatan untuk bisa mengajar di sekolah2 yang "high quality" sekalipun namun kau lebih memilih mereka,,iya..mereka yg amat sangat membutuhkan didikanmu di daerah pinggiran sana itu..aku salut padamu..
Terimakasih sudah mentrasfer semangatmu yg besar itu kepadaku,,meskipun aku belum bisa mengabdi dan berbuat banyak untuk bangsa dan negaraku,,tapi mengenalmu sudah mampu membuka matahatiku tentang bagaimana menjalani hidup itu yang sebenarnya.
Oiya,,jangan pernah berhenti untuk menularkan semangatmu yang membara itu untuk anak didikmu jga ya..Salam untuk mereka,,anak-anak didikmu yang hebat itu :)   
Aku berharap, aku masih bisa menerima surat-surat berikutnya darimu, Win..Tapi mungkin ini adalah surat pertama dan terakhir yang aku terima..Kau sungguh luar biasa,,kawan..semangatmu selalu berhasil kau tularkan untuk sekitarmu..Namun,,kau sudah nyaman di sana,,di dalam syurga-Nya..Bersama para syuhada2 lainnya..  

Selamat jalan Winda Yulia..Kau Pahlawan Pendidikan,,Pejuang Peradaban..

Sumber: Note FB - Isnaini Mahmuda

No comments:

Post a Comment