Sunday, 24 July 2011
My Dad and Koes Plus
Bapak memiliki selera musik yang tak biasa. Itu menurut saya. Beliau sangat menyukai musik sederhana dengan lirik penuh makna. Koes Plus. Itulah salah satu band favorit Bapak. Banyaknya intensitas beliau mendengarkan lagu-lagu Koes Plus, membuat saya hafal beberapa lirik lagu band legendaris Indonesia tersebut. Secara perlahan-lahan saya pun ikut menggemari lagu-lagu Koes Plus. Jujur dan sederhana. Mungkin itulah dua kata yang cocok untuk mendeskripsikan band yang sempat di penjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis. Di saat itu sedang garang-garangnya gerakan anti kapitalis di Indonesia. Tapi bagi saya, lagu-lagu Koes Plus kaya akan nilai nasionalis (Nusantara dan Kolam Susu) dan nasihat (Muda mudi dan masa muda) meski banyak juga yang berbicara tentang cinta. Cinta yang sederhana. Lihat saja lirik di bawah ini.
Perasaan-Koes Plus
Walaupun gunung-gunung itu tinggi
Tetapi lebih tinggi penglihatan
Walaupun laut-laut itu dalam
Lebih dalam lagi perasaan
Betapa cantik-cantik sinar bulan
Lebih cantik gadis yang kau sayang
Betapa cerah-cerah bintang-bintang
Lebih cerah cinta dan kasih sayang
Betapa tinggi elang akan terbang
Lebih jauh lagi tinggi lamunan
Betapa megah hidupmu kau bilang
Dalam tidurmu semua akan hilang
Muda-Mudi- Koes Plus
Muda-mudi zaman sekarang
Pergaulan bebas nian
Tiada lagi orang yang melarang
Tapi sayang, banyak salah jalan
Sepertinya lagu memang mewakili kepribadian seseorang ya hehehehe
Thursday, 7 July 2011
move and move
Keluarga Hana insya Allah pindah ke Pondok Gede tanggal 17 Juli. Ya, keluarga Hana memilih tinggal di Bekasi. Disanalah tempat Hana menghabiskan masa kecil hingga kelas 4 SD sebelum pindah ke Makassar . Dan nanti kami kembali lagi kesana. Tetap di Pondok Melati Indah, Jatiwarna-Pondok Gede. Hanya pindah blok saja. Rumah yang sekarang lebih dekat dengan mesjid As-Salam karena ummi dan bapak mencintai mesjid. Ummi dulu jadi kepala sekolah TPA As-Salam. Ketika kini ia menjadi seorang dosen, ia masih ingin mengajar anak-anak mengaji. Ia memilih rumah ini agar ia dapat dengan mudah menjangkau mesjid yang menjadi tempat belajar mengajar mengaji. Bapak pun begitu, bisa sering shalat berjamaah di mesjid jika rumah bertetangga dengan mesjid. Semoga Ummi dan Bapak istiqomah menjalankan prosesnya.
Barra, adik Hana yang merupakan anak ke-2 memilih tinggal di Makassar. Ia merasa tanggung jika pindah sekarang karena ia akan naik ke kelas 3. Ia memilih tinggal di asrama SMAN 17 selama setahun untuk menyelesaikan studinya. Ummi dan Bapak mengabulkan permintaannya. Biar Barra bisa belajar mandiri, itu kata mereka. Semoga Barra bisa bertanggung jawab dengan keputusannya.
Sedangkan Hana kini sedang mempersiapkan segala keperluan KKN dan mengurus administrasi kampus. Semoga semua lancar dan diberikan kemudahan oleh Allah.
Ada perasaan sedih ketika menyadari bahwa keluarga saya akan pindah dari Makassar dan menetap di Jawa. Bapak pernah berkata ”Cepat atau lambat kita akan kembali ke Jawa, mungkin lebih cepat lebih baik”. Mungkin Bapak ingin menghabiskan sisa umurnya di tanah Jawa agar dekat dengan sanak keluarganya, begitupun dengan Ummi yang memang orang Sunda asli. Saya yakin jika inilah jalan yang diberikan oleh Allah, maka ini yang terbaik.
Di sisi lain, Makassar juga menempati ruang spesial di hati Hana. Disanalah Hana menghabiskan masa kecil dan masa remaja. Tidak mudah untuk melupakan kenangan di sana. Meski Hana bukan orang Makassar asli, senang sekali bisa diberi kesempatan untuk tinggal dan menetap disana selama 8 tahun. Hana mendapatkan kenangan manis dan pahit selama di Makassar. Meski terkadang banyak orang yang mengatakan bahwa orang Makassar itu kasar, Hana akan memberi argumen bahwa mereka baik-baik dan tidak kasar. Mungkin memang watak bawaan mereka keras, tapi selama 8 tahun tinggal di Makassar, Hana selalu diperlakukan sangat baik oleh orang-orang pribumi. Orang Makassar tidak kasar. Mereka sangat baik, santun, dan dermawan. Senang sekali bisa memiliki teman-teman yang banyak selama di Makassar. Entah kapan Hana bisa menginjakkan kaki lagi di kota daeng. Namun Hana sangat berharap bisa kesana lagi suatu hari nanti :)
move
For the 3rd times in 3 years, I have to face a hectic day again because I move to the new boarding house. 3 years in Bandung , 3 times I do this again and again. I don’t know why I always having a high interest to the new place. Maybe I just try to find the best place to stay.
As you know, move is not an easy thing to do. Before you decide to move, you have to make sure that your new place is better than your prior place. My previous room was cozy enough but it was very small. My books, clothes, and my stuff are increasing day by day. I think I need a bigger one. So I decided to move. I have to say goodbye to my old room.
Ok, I have to clean up my room first then put off my stuff gradually. Would you help me? hohoho
Saturday, 2 July 2011
karimun jawa episode 2
Pada hari ke 3 di Karimun Jawa, kami kembali ngebolang naik kapal. Mengelilingi kepulauan Karimun Jawa. Pulau pertama yang kami singgahi adalah Pulau Geleyang, walaupun perjalanannya mendebarkan karena perahu kita dihantam ombak besar, namun sesampainya disana kami benar-benar menikmati keindahan pulau tersebut. Pasir putih, air laut yang masih jernih, dan pemandangan pantai yang menakjubkan. Subhanallah..
Kami pun segera mengabadikan momen tersebut dengan berfoto ria. Ketika tiba waktu makan siang, kami dipanggil oleh para pramuwisata. Menu makan kali itu adalah cumi bakar, ikan tongkol bakar, sambel kecap, dan minumnya air kelapa muda yang langsung dipetik dari pohonnya. Hmmm yummy. Bener-bener kerasa suasana pantainya ketika menikmati aneka seafood dan suguhan air kelapa. Alhamdulillah..
Setelah sholat dzuhur, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau berikutnya. Teman-teman saya nyemplung lagi untuk melakukan snorkling, saya tak ikut snorkling karena sudah kelelahan. Jadi kerjaan saya hanya mengambil gambar teman-teman yang sedang snorkling. Ternyata benar bahwa ketika kita sedang kelelahan, jangan memaksakan diri untuk snorkling. Salah satu teman saya, Tengku sempat pingsan akibat kelelahan kelamaan di bawah laut. Kang Febri juga sempat mengalami kejadian buruk, tangan dan lengannya terluka akibat terkena karang yang tajam. Kita memang harus hati-hati ketika di bawah laut. Jika terkena karang, bulu babi, dan ubur-ubur, segera oleskan cuka pada bagian yang terserang. Itu akan mengurangi rasa sakit pada luka tersebut.
Setelah puas menikmati keindahan bawah laut, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Gosong. Disana kami berfoto-foto dan beristirahat. Selanjutnya kami meneruskan perjalanan menuju penangkaran ikan hiu. Seneng deh liat hiu yang jinak-jinak, temen-temen saya langsung nyemplung untuk berfoto dengan mereka. Ahhh indahnya.. Pengalaman ini ga akan Hana lupakan.
Esok harinya kami bersiap-siap untuk kembali ke Bandung. Kami menggunakan kapal Muria lagi dari Karimun Jawa ke Jepara, kemudian melanjutkan perjalanan naik bus. Bye bye Karimun Jawa, see ya later :D
Friday, 1 July 2011
karimun jawa
After the hurricane comes the rainbow..
Lirik katty perry bener-bener bisa mewakilkan kondisi Hana. Kemaren setelah stres akut gara-gara uas dan tugas yang naujubilah banyaknya, akhirnya Hana bisa liburan juga. Dari tanggal 23-27 Hana menghabiskan liburan di Karimun jawa. Hana berangkat dari Bandung bersama pasukan Performa naik bus menuju Jepara pukul 19.00. Perjalanan menghabiskan waktu 12 jam hahaha kebayang dong gimana teposnya bokong kami nempel terus sama kursi bus. Kami tiba di Pelabuhan Kartini-jepara pada pukul 08.30, kami segera masuk ke dalam kapal Muria yang akan membawa kami menyebrang laut jawa menuju kepulauan Karimun Jawa. Hana, Teh Lin, Teh Ica, dan Teh Ule ga dapet tempat duduk, jadi kita ngemper di lantai paling atas kapal. Setelah 6 jam mengarungi laut dan berjibaku dengan goncangan ombak yang dahsyat, akhirnya pukul 15.00 kami tiba di Karimun Jawa.
Subhanallah, itulah kata yang terlintas ketika melihat pulau terluar Jawa ini. Indah dan menakjubkan. Dikarenakan kondisi tubuh kami yang sudah lelah, akhirnya kami pun segera diantar menuju homestay. Sesampainya disana kami langsung sholat, mandi, dan membereskan barang yang kami bawa.
Hari kedua di Karimun Jawa, pagi-pagi kami berburu sun-rise tapi sayangnya kami tidak bisa menangkapnya, jam 6 bukan waktu yang tepat untuk berburu sun-rise. Ya, kami kesiangan. Kalah rajin ya sama sang surya. Pukul 8 kami sudah digiring ke perahu untuk melakukan snorkling. Senang sekali melihat cuaca hari itu benar-benar bersahabat dengan kami. Langit biru, matahari bersinar terang, ombak menggoda ramah, alhamdulillah ya Allah dapet kesempatan yang indah ini. Hana sempet ngasih makan ikan zebra sambil snorkling. Lagi-lagi Hana hanya bisa mengucapkan kata 'subhanallah' melihat keindahan dunia bawah laut. Koral dan karang bertebaran, ubur-ubur melambai, ikan-ikan berenang dengan riang, waaaaaaah seruuuuuuuu.
Ingin tau cerita selanjutnya? pantengin terus blog Hana hahahaha.
to be continue...
Subscribe to:
Posts (Atom)